Video – Pengembangan Konten E Learning

Tonton video di bawah untuk memahami mengapa Content Tree dipilih sebagai solusi e-learning modern.

Video ini menjelaskan penyebab umum kegagalan program e-learning dan bagaimana Content Tree mengatasinya melalui alur kerja pengembangan yang sistematis. Dengan menerapkan proses mulai dari analisis kesenjangan hingga pengembangan modul SCORM interaktif, Content Tree memastikan materi pelatihan tidak hanya sekadar beralih ke format digital, tetapi benar-benar terstruktur, menarik, dan efektif bagi peserta.

Isi Video Ini

  • Penyebab kegagalan program e-learning akibat sekadar memindahkan format tanpa pengembangan yang jelas.

  • Dampak materi yang membosankan dan sulit dipahami pada efektivitas pelatihan.

  • Pengenalan workflow pengembangan e-learning sistematis di Content Tree.

  • Tahapan kolaborasi dengan Subject Matter Expert (SME) dan analisis kesenjangan (gap analysis).

  • Proses transformasi konten menjadi modul SCORM interaktif dengan animasi dan voiceover profesional.

Yang Akan Anda Pelajari

  • Pentingnya melakukan gap analysis untuk memahami target audiens dan tujuan pelatihan.

  • Cara menyusun storyline yang relevan dan storyboard yang lengkap bagi peserta.

  • Elemen-elemen interaktif dalam modul seperti kuis, latihan, dan grafis pendukung.

  • Alur peninjauan (review) dan revisi untuk menjamin kualitas konten sebelum penyerahan akhir.

  • Cara mengakses layanan pengembangan e-learning profesional melalui website Content Tree.

Transkrip Lengkap

Kenapa banyak program e-learning gagal mencapai hasil pelatihan yang diharapkan? [00:00] Salah satu penyebabnya adalah modul pelatihan hanya dipindahkan ke format digital tanpa proses pengembangan yang jelas. Akibatnya, materi menjadi panjang, membosankan, dan sulit dipahami. [00:09] Di Content Tree, kami menggunakan workflow pengembangan e-learning yang sistematis. Proses dimulai dengan mengumpulkan materi dari Subject Matter Expert. [00:20] Kemudian kami melakukan gap analysis untuk memahami target audiens dan tujuan pelatihan. Konten tersebut dikembangkan menjadi storyline yang relevan dengan peserta. [00:31] Selanjutnya kami menyiapkan storyboard lengkap dengan grafis, voiceover, interaksi, kuis, dan latihan. Setelah disetujui oleh SME, modul dikembangkan menjadi SCORM interaktif dengan animasi dan voiceover profesional. [00:42] Modul kemudian melalui proses review dan revisi sebelum diserahkan kepada klien bersama file sumber dan dokumentasi. [00:54] Dengan proses ini, pelatihan digital menjadi lebih terstruktur dan efektif. Anda dapat mengakses halaman pengembangan e-learning kami melalui menu layanan di website kami. [01:04]